Metode Mind Mapping

A.  Pengertian Metode Pembelajaran Mind Mapping


Mind Mapping merupakan suatu teknik mentarat yang menggunakan kata-kata, garis, warna, symbol, serta gambar dengan menggabungkan dan mengembangkan potensi kerja otak yang dapat memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingatkan segala bentuk informasi[1].

Konsep mind mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan[2]tahun 1970-an. Menurutya Mind mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksa, yang sebenarnya ada dalam otak manusia yang menabjubkan. Mind map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar otak-Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita.

Pemetaan pikiran yang dikemukakan oleh Buzan ini didasarkan pada kenyataan bahwa otak manusia terdiri dari satu juta sel otak atau setara dengan 167 kali jumlah manusia di bumi, sel-sel otak tersebut terdiri dari beberapa bagian, ada bagian pusat (nukleus) dan ada sejumlah bagian cabang yang memencar ke segalaa arah, sehingga tampak seperti pohon yang menumbuhkan cabang ke sekelilingnya (Buzan, 2009:30)

B.  Langkah-langkah Dalam Membuat Metode Mind Mapping ( Peta Pikiran )

1.      Siapkan kertas kososng, mulai dari bagian tengah;

2.      Pada bagian tengah tulis topik utama, bisa juga menggunakan gambar atau foto;

3.      Hubungan cabang-cabang utama ke topik utama dan hubungkan cabang-cabang utama pada ranting yang merupakan sub topik utama;

4.      Gunakan garis hubung yang melengkung;

5.      Gunakan warna;

6.      Gunakan kata kunci pada setiap garis hubung;

7.      Gunakan gambar

C.  Kelebihan Metode Mind Mapping

a)    Cara ini lebih efektif dan efisien.

b)   Ide ide baru bisa muncul dengan menggambar diagram diagram.

c)    Digram yang terbentuk bisa menjadi alur berfikir yang efektif dan bermanfaat untuk hal lain.

D.  Kekurangan dari  Metode Mind Mapping,

a)    Hanya siswa yang aktif yang mampu terlibat.

b)   Memerlukan dasar dengan banyak membaca sebelum mapping.

c)    Orang lain mungkin dapat memahami mind mapping yang dibuat oleh orang lain karena hanya berup poin inti saja yang ditulis.

d)   Beberapa orang kesulitan merangkai panah atau alur mind mapping dengan rapi, dan seringkali mind mapping terkesan berantakan dan tidak dapat dipahami.



[1] (Nasru Hakim, dkk, 2019).

[2] Buzan, Tony. Buku Pintar Mind Maps. Jakarta : Gramedia


Komentar